Titik Balik

March 19, 2009 4:45 am -- Posted in : Uncategorized, keep on hoping, Catatan Hati Comments (0)

Malam ini aku memutuskan untuk menyusuri jalan yang hampir sama dengan yang kulalui tahun lalu. Hampir mirip. Bedanya, it’s bigger than before. Itu artinya jalan ini lebih punya resiko yang besar pula jika aku melaluinya. Namun, aku tak akan bergeming sedikitpun walau nanti ada hambatan yang pasti datang.

Kini aku berada di tepi jalan itu, lebih tepatnya, di persimpangan jalan itu. Sekelebat, bayangan kabur masa lalu dan masa kini, serta semua yang telah aku alami hingga saat ini pun berbaur. Potongan-potongan gambar itupun datang seperti slide presentasi yang siap ditunjukkan lagi padaku. Untuk sekedar evaluasi. 

Di samping itu, aku mulai berpikir, apakah aku akan bisa melaluinya? Kata seorang teman, kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Dengan begitu, aku akan berpikir jika aku haruslah berpikir aku bisa. Orang lain bisa mengapa aku tidak?

Lampu-lampu di tengah jalan yang akan aku lalui ini, cahayanya remang-remang, mungkinkah keremangan ini akan mampu menerangiku hingga aku mencapai ujung jalan ini? Atau mereka malah tak akan mampu menyinariku, kemudian redup? Entah, karena aku bukanlah ahli lampu yang tahu kapan lampu itu akan berhenti menerangiku. Lalu bagaimana jika mereka berhenti menerangi jalanku? Apa aku akan berhenti dan menyerah? Atau aku mencari sumber cahaya lain? Tapi di mana? Atau aku harus membuat cahaya sendiri agar aku dapat terus melaju di jalan ini? Sepertinya cara terakhir yang aku tempuh, karena, bagiku, siapa lagi yang akan membantu diriku untuk terus melaju jika bukan berawal dari diriku?

Mobil lalu lalang, tanpa henti, layaknya orang-orang berlalu lalang dalam kehidupanku. Mereka tak henti dan bahkan tak pernah berhenti untuk keluar masuk hidupku. Tapi apakah mereka peduli dengan keberadaanku yang sama-sama sedang melalui jalanan? Mereka berpikir aku lemah, karena jalanku tertatih, namun aku tak selemah yang mereka pikirkan. Yang lain berpikir jika aku kuat, karena terus berjalan hingga nantinya mencapai tujuan di jalan ini. Tapi aku tak sekuat yang mereka pikirkan. Aku bingung…

Namun, satu yang pasti, aku akan terus mengusahakannya, tanpa mau menemui jalan yang sama dengan yang kemarin. jalan b***u. Aku tak mau. Aku mau jalan ku kali ini menemui akhir yang baik dan terang di sana…AMIIN…

 

 

terakhir aku hanya bisa berkata…. im bigger than my body….yeah…

hanya karena cinta

October 10, 2008 5:06 am -- Posted in : puisi, keep on hoping, Catatan Hati Comments (2)

Malam kau datang lagi
Untuk kesekian kali aku bersyukur menyambut kedatanganmu
Dan untuk kesekian kali juga aku menyambutmu dengan kesendirianku
Yang hanya berteman sinar terang bintang di langitmu

Hhhh…

Aku masih berharap dan terus berharap
Agar tersampaikan rasa cinta ini padanya
Jika aku teriakkan padamu
Akankah kau hembuskan kata cinta padanya

Jika tiba waktu akhirku
Sampaikanlah padanya
Bahwa aku mencintainya
Melebihi dari yang cinta bintang padamu
Semua hal yang kulakukan  hanya karena dan untuk cinta
Saat ini, detik ini kulakukan semua atas dasar cinta
Karena hanya cintalah cinta yang bisa
Hingga tiba waktu akhirku nanti

Ku ingin semua telah kau sampaikan padanya 

Protected: Ku Kan Selalu Menunggumu

September 20, 2008 3:42 am -- Posted in : keep on hoping, Catatan Hati Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: Setahun Kemarin

3:02 am -- Posted in : keep on hoping, life, Catatan Hati Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Aku Cuma Ingin Bilang…Ich Liebe Dich

April 24, 2008 5:58 am -- Posted in : keep on hoping Comments (1)

    Kurasakan jantungku berdegup lebih kencang kali ini. Kucoba tuk dalami tapi belum kudapati jawaban dari itu semua. Hingga akhirnya semua itu terjawab saat aku melihat seseorang yang telah lama tak kulihat. Seseorang yang telah mengambil separuh hatiku.

    bahagia rasanya aku dapat melihatnya kembali. Walaupun itu tak berlangsung lama. Namun semua itu menjadi berarti ketika pandanganku dan pandangannya bertemu dalam waktu sepersekian detik. Dan setelah itu, aku hanya dapat melihatnya dari jauh. Yah….dari jauh. Melihat kegembiraan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya. Padahal ingin rasanya kuucapkan sebuah ungkapan …ICH LIEBE DICH secara langsung padanya. Agar dia mengerti betapa aku sangat mencintainya.

    Namun tetap saja tak ada yang dapat aku lakukan lagi tuk dapat lebih dekat dengannya. Kini yang bisa kulakukan hanyalah berdoa agar senyum kebahagiaan dan tawanya tetap ada hingga nanti. Karena senyum dan tawanya adalah kekuatan bagiku. 

Daisypath Anniversary tickers