WC Remang-remang

February 23, 2009 5:57 am -- Posted in : life, Catatan Hati Comments (2)

Ada orang yang bilang kalo orang pendek itu punya jarak otak dan perut yang dekat, akibatnya jadi sering BAB. Sepertinya aku mengalaminya. Pasalnya dalam sehari aku bisa ke toilet sampai 3 kali sehari. Kalah minum obat. Sampai-sampai aku dijuluki ratu WC atau kadang malah dipanggil preman Wc. wah separah itukah diriku?

(more…)

Habis Pesta, Malah Sakit Perut

5:02 am -- Posted in : Catatan Hati Comments (0)

Inilah akibat orang yang sembarangan masukin segala macam makanan yang ada di hadapannya. Alias rakus. Eh, kok kayaknya istilah rakus terlalu ekstrim. Aku ganti aja doyan makan. Nah itu lebih baik. Gara-gara terlalu banyak makan di pesta ultah Mbak Aam, pagi ini perutku terasa mules-mules (padahal tiap pagi juga selalu mules). Tapi ini sakitnya beda dari yang biasanya. Wah ini pasti akibat semalem, aku makan hampir semua jenis makanan di acara itu.

Kemarin merupakan puncak acara ultah Mbakku itu. Aku bela-belain datang, padahal waktu itu aku nginep di tempat lain. Bahkan menerjang hujan segala rela aku lakukan demi menghadiri acara yang udah aku jadwain buat didatengin.

Acaranya sih dimulai jam tujuan gitu, tapi aku udah nangkring di tempat jam lima gitu. Wah ketauan banget kalo waktu itu aku yang paling semangat. Pas acara dimulai, ternyata banyak yang datang. Mas Adhim n family (Mas Adhi, Istrinya, n my lil Eqi), Mas Anas N Family (Mas Anas, istrinya, Mona, Nesa n Adit), Mas Budi n Family (Mas Bud, istrinya, Izza n Lia), ada juga yang lainnya.

Nah langsung aja ke makan-makan. Ternyata udah disiapin makanan banyak juga. Mulai dari macaroni schottle, ikan bakar, pempek, minuman, ada juga cemilan. Pas sesi makan-makan itulah, aku yang langsung bersemangat. Duh menunya kok aku banget semua ya???

dasar emang akunya yang doyan kali ya? Habis acara itu selesai, rasanya perutku penuh banget (jangan sampe masih laper). Yah intinya acara malem kemarin bikin aku sekarang mau BAB terus. Kualat nih aku. Hiks…hiks…

 

Shoulder To Cry On

February 17, 2009 11:34 am -- Posted in : sobat, life Comments (1)

Apakah semua orang membutuhkan yang satu ini? Aku rasa ya. Kalo bagiku, tanpa adanya shoulder to cry on, mungkin kepalaku bisa pecah ketika tak ada yang bisa ijadikan tempat "sampah" untuk hal-hal yang menggangguku. Mungkin ini juga yang dirasakan oleh dua orang sahabatku. Evlina.

Sejak lama nggak pernah bertemu karena kesibukan masing-masing, akhirnya bulan ini kita bisa bertemu. Lebih tepatnya dia sengaja menemuiku ke rumah. aku bertanya-tanya ada apakah dia bisa tiba-tiba ke rumah. Secara terakhir kali dia ke rumah waktu 3 bulan lalu. Itupun kita nggak ketemu karena aku ada di Malang.

Dia datang dengan wajah yang bisa dibilang nggak cerah. Wah pasti ada sesuatu. Yah…memang dia punya masalah dan itu sebabnya dia datang padaku yang merupakan shoulder to cry on untuknya (menurutnya lho). Berhubung tak bisa dibicarakan di rumahku yang secara waktu itu lagi ada keluarga ngumpul, akhirnya kita mutusin buat ke tempat favorit kita. 

Setelah di sana, tanpa terbendung lagi, dia langsung mengutarakan isi hatinya padaku. Wah…betapa terkejutnya kau begitu mendengar ceritanya. Entah benar entah salah jika pada saat itu aku merasa tersanjung karena mendapat kehormatan untuk menjadi orang pertama yang diberitahu masalah sebesar itu. Masalah yang tanpa bisa kuduga bisa menimpanya. 

sekarang tinggal bagaimana solusinya. Aku tak tau pasti apa yang mesti aku kasih tau ke dia. Yang jelas saat itu aku hanya berkata : Lakukan apa yang menurutmu benar, tanpa harus menambah satu kesalahan lagi. Dia hanya menangis tersedu. Duh… apa yang harus kulakukan agar bisa menenangkannya? Refleks, aku memeluknya dan bukannya berhenti tangisnya, malah dia menjadi-jadi.

"Emmm…besok dia akan ke rumah lagi dan ingin mendapat solusi lg dari kami, aku dan sahabatku yang lain. Tuhan, apa yang harus aku beritahu padanya???
Daisypath Anniversary tickers