The Kite Runner
January 5, 2009 10:13 am -- Posted in : Review,RolPenulis: Khaled Hosseini
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Pangestuningsih
Penerbit: Qanita, Cetakan II: April 2006
"Tapi lebih baik disakiti oleh kenyataan daripada dinyamankan oleh kebohongan."
"Hanya ada satu dosa yaitu mencuri. Kalau kita curang, berarti kita mencuri hak seseorang untuk mendapatkan keadilan."
Itulah ungkapan-ungkapan yang bisa kita temukan dalam novel The Kite Runner karya Khaled Hosseini. Cerita apik ini dibingkai dalam masa lalu Afghanistan yang tragis, namun kita juga disuguhkan kisah tradisi budaya Afghanistan yang menawan. Bahkan saat membacanya, imajinasi kita seakan dibawa ke negeri yang jauh itu, bahkan hingga Pakistan.
Menceritakan tokoh yang bernama Amir, yang terlahir dari etnis Pashtun, memiliki segudang keberuntungan yang tidak dimiliki etnis Hazara, yaitu etnis asal Hassan. Masalah yang timbul akibat perbedaan etnis sudah terasakan sejak anak-anak masih kecil. Hassan digambarkan selalu berbuat baik dan membela Amir. Sedangkan Amir kecil digambarkan menggapai-gapai cinta Baba, membalas kebaikan Hassan dengan kejahilan, dan Amir bersifat pengecut. Amir bahkan melakukan tindakan tidak terpuji yang pada akhirnya membuat Ali(ayah Hassan) memutuskan untuk meninggalkan rumah orang tua Amir.
Dalam perjalanan kembali ke Afghanistan, Amir menyaksikan Kabul yang dipenuhi reruntuhan dan kemiskinan. Berkuasanya Taliban ternyata juga tidak memberi kehidupan yang lebih baik bagi Afghanistan dan juga etnis Hazara. Etnis Hazara dibantai di Marza-i-Sharif. Ethnic cleansing oleh Taliban. Sebagian besar etnis Hazara adalah Muslim Syiah.
Bisakah menebus rasa bersalah akibat perbuatan "membalas air susu dengan air tuba"? The Kite Runner bercerita tentang hal ini, sambil bercerita tentang Afghanistan dan orang-orang Afghanistan. Menjadikan kisah Amir, Hassan, dan Baba, dan orang-orang di sekitar mereka, begitu berkesan.
A must ead lah pokoknya. Rekorku membaca juga ada di novel ini, 490 halaman aku baca hanya dalam waktu 8.5 jam. hehehehe
Gambar diambil dari:SINI









Aku menyerah baca ini… Mau nonton filmnya aja.. Soalnya bukunya temen, keburu dibalikin =P
Comment by TiTiSh — January 9, 2009 @ 2:32 pm
wahhh… aku pengen baca novelnya…
Comment by liecha — January 18, 2009 @ 12:12 pm
wah,rekor juga km bacanya,baca juga postingan baru saia dunk,hahahahhaa
Comment by sino — January 20, 2009 @ 6:12 am