Tompi- Aku Jatuh Cinta

October 21, 2009 7:04 am -- Posted in : LIRIK Comments (0)

Hari ini aku telah jatuh cinta

Tak kan mampu aku menyangkalnya

Jatuh cinta kepadamu…

Sosok yang sering menjengkelkan aku

Sering menggangguku

Kau permainkan rasa hatiku

Namun kini aku berbalik, jatuh cinta dan bernyanyi

lalala lalala lalala lalalalalala lalala

 

**Aku jatuh cinta kepada dirimu orang yang tak pernah kubayangkan

    Tak pernah kumimpikan untuk bisa menjadi pacarku

 

Malam ini aku berniat untuk mengatakan rasa cintaku

Semoga tanganku berjodoh untuk bertepuk dengan cintamu

 

Aku jatuh cinta kepada dirimu orang yang tak pernah kubayangkan

Tak pernah kumimpikan untuk bisa menjadi pacarku….

Jadi pacarku…jadi pacarku

repeat **

 

Protected: Bertahan

September 27, 2009 8:49 am -- Posted in : Uncategorized, Catatan Hati Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Catatan Dari Tempat Paling Sunyi di Dunia

July 15, 2009 2:54 am -- Posted in : Uncategorized, Catatan Hati Comments (2)
>>Di sini, telah banyak kutorehkan jejak, luka, duka, suka, dan bahagia bersama mereka. Namun kini tempat ini tak lagi sama kurasa. Ada satu keanehan yang tiba-tiba mencuat dari dalam diriku yang kini telah merasuki tiap celah-celah pikiran dan jiwaku, yang membuatku harus memberi jarak pada mereka–yang selama ini telah menorehkan jejak, luka, duka, suka, dan bahagia bersamaku–bahkan mungkin memberi jarak pada diriku sendiri. Tapi bagaimana mungkin ini bisa terjadi dengan tiba-tiba seperti ini?

>>Barangkali aku telah berubah menjadi sosok yang tak lagi mengenal ataupun kukenal. Sosok yang tak lagi terbuka menerima jalan yang memang sudah seharusnya. Mungkin dari sinilah muncul sebuah hal yang pada akhirnya disebut dengan perpisahan. Tapi perpisahan terhadap apa? Terhadap orang-orang di sekitar atau bahkan perpisahan terhadap diri sendiri?

>>Setelah semua benar-benar terjadi, mungkin aku akan sendirian. Gamang, takut, aku takut ditinggalkan oleh mereka–yang telah menorehkan jejak, luka, duka, suka, dan bahagia bersamaku–tapi…tunggu!!! Bukankah selama ini mereka lebih sering meninggalkanku? AAARRRGGGHHH……!!!!!!

>>Apa? Apa yang kbutuhkan dari kehadiran mereka selain untuk mengusir semua rasa takutku akan kesendirian yang mendera? Aku tahu, aku tahu arti kehadiran mereka lebih dari itu. Aku selama ini memutuskan untuk bersama mereka karena ku telah menemukan keutuhan diri yang telah terefleksi dan bukan semata-mata untuk mencari keramaian belaka untuk mengusir ketakutanku akan kesepian.

>>Orang bilang hidup adalah pilihan. Namun pilihanku tak banyak, hanya tinggal memilih untuk bertahan dengan tetap bisa–menorehkan jejak, luka, duka, suka, dan bahagia bersama mereka–atau memilih untuk berbalik dan pergi. Aku tahu salah satu dari pilihan itu akan menjadi indah nantinya. Bertahan atau pergi, berhenti atau mengalir, statis atau bergerak, apapun itu kuyakin akan indah jika ku yakin, jika memang tepat, dan jika pada waktunya.

>>Mungkin dari titik inilah aku tahu hatiku, di dini hari, di fajar yang belum menyingsing, di embun yang menyembul. Hening. Kosong. Tak lagi seberagam warna-warni lengkung busur pelangi ataupun tak lagi semenarik senja dengan cahaya keemasan dan bias ungu pada mega-meganya. hanya tinggal polos. Biasa.

>>Perlahan-lahan, kurasa tak ada lagi aliran hangat yang sedari tadi mengalir dari beningnya mata. Kurasa kekosongan hatiku kini pun telah mendera mataku, mengisap seluruh airnya hingga mengering. Lantas bagaimana aku bisa tahu aku masih punya hati atau tidak karena konon jika seseorang masih bisa mengeluarkan air mata maka orang itu masih punya hati. ah sudahlah, toh hatiku hening, kosong, polos, biasa saja, jadi tak perlu air mata.

>>Lalu bias ini pun membelah, memecah, indah, walaupun aku memutuskan untuk berbalik pergi sendiri. Mencari pantai persinggahan dengan senja yang bagus, ombak, angin, matahari, nyiur, pasir yang hangat, air laut yang jernih hingga ku dapat melihat hingga ke dasarnya yang penuh karang cantik yang dibalut dengan ombak yang berdesis syahdu nan damai…lalu kutenggelam dalam pesona indah alam yang nyaman dan damai, dan aku pun tak berbalik tuk kembali.

PS: Phiuh…Di mana ku dapat temukan tempat damai seperti itu????

Sepotong Senja untuk Pacarku

June 29, 2009 3:12 am -- Posted in : Review,Rol Comments (2)

Ketka aku mulai menyuki senja untuk pertama kali, aku teringat akan salah satu karya Seno Gumira Ajidarma yang juga begitu menyukai senja, ini terlihat dari banyak karyanya yang tak lepas dari senja itu sendiri, dan salah satu karyanya yang aku sukai adalah Septong Senja untuk Paarku ini yang merupakan Cerpen Pililihan Kompas 1993

* * *

Alina tercinta,
Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

(more…)

Gayle-Kasmaran

June 1, 2009 2:51 pm -- Posted in : Review,Rol, LIRIK Comments (1)

Termenung ku sendiri
Waktu pun terhenti, saat ku terkenang dirimu

Tak dapat ku ingkari,perasaan hati
Gundah & gelisah ingin mengenalmu

Mungkinkahku,dapatkan cintamu
sanggupkahku gapai awan yang tinggi di atas sana
Tak dapatku memadamkan hasrat rindu
yang kian lama kian bergelora

Bagaikan sejuta bintang menghiasi gelap malam
Kuingin hadir tuk membawa selaksa pesona
Inilah pintaku oh Tuhan tolonglah aku
Kuingin dia jadi pendampingku